,

STARTING YOUR IDEA BUSINESS!

LET’S JOIN TO BE A BILLIONAIRE  What is Start-Up? Start-Up adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat pada ranah tehnologi tentunya. Perusahaan rintisan termasuk dalam kategori usaha kecil menengah yang…

LET’S JOIN TO BE A BILLIONAIRE 

home_prices.max-1200x600-1

What is Start-Up?

Start-Up adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat pada ranah tehnologi tentunya. Perusahaan rintisan termasuk dalam kategori usaha kecil menengah yang menyangkut atau berusaha dalam bidang tehnologi atau minimalnya menggunakan tehnologi sebagai pendamping dan Perangkat keras, perangkat lunak sebagai alat penunjang usahanya.

Cara Kerja

Perusahaan rintisan biasanya dimulai oleh seorang pendiri (solo-founder) atau co-founder yang memiliki cara untuk memecahkan suatu masalah. Pendiri perusahaan rintisan akan memulai validasi pasar dengan wawancara masalah, wawancara solusi, dan membangun minimum viable product (MVP), yaitu prototipe untuk mengembangkan dan memvalidasi model bisnis mereka.

Fenomena Bubble Burst

Berikut daftar startup yang melakukan PHK karena terdampak Bubble burst :

  • Robinhood

Aplikasi investasi ini memangkas 300 karyawan di akhir April lalu. CEO Vlad Tenev menuliskan untuk meningkatkan beberapa hal, perusahaanya harus melakukan perubahan. Pertumbuhan karyawan perusahaan juga cukup signifikan. Yakni dari 2019 hanya 700 orang menjadi hampir 3.800 karyawan pada 2021 lalu.

  • Cameo

PHK yang dilakukan Cameo berselang setahun setelah perusahaan menyandang status unikorn. Jumlah pekerja yang di-PHK adalah 87 karyawan. Kebijakan ini berdampak pada semua organisasi, termasuk beberapa anggota C-suite.

  • Thrasio

Thrasio melakukan PHK pada 20% pegawainya. Perusahaan brand agregator ini juga mengumumkan penggantian CEO.

  • Netflix

Netflix menghentikan staf editorial perusahaan media miliknya Tudum hanya berselang 5 bulan setelah diluncurkan. Tech Crunch melaporkan 25 orang terdampak dari PHK ini. Namun perusahaan memastikan tidak punya rencana menutup Tudum.

  • Zenius

Di tanah air ada Zenius yang memangkas 200 karyawannya. Perusahaan mengatakan langkah itu diambil karena dampak kondisi makro ekonomi terburuk yang terjadi dalam beberapa dekade.

  • Link Aja

Link Aja melakukan re-organisasi sumber daya manusia (SDM) karena dampak pada perubahan fokus dan tujuan bisnis. Dalam responnya kepada CNBC Indonesia, pihak perusahaan mengatakan jumlah pegawai yang terdampak re-organisasi jauh lebih sedikit dari kabar yang beredar.

  • JD.ID

Kabar PHK juga menghinggapi JD.ID. Director General Management JD.ID, Jenie Simon mengatakan sedang mengambil keputusan seperti tindakan restrukturisasi di dalamnya juga ada pengurangan jumlah karyawan.[15]

 

 

 

 

Tags:

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started